Powered By Blogger

Sabtu, 11 Mei 2013

Ukh.. jaga kilaumu ya... !!!!

Bismillah
Anugerah kecantikan yang Allah berikan kepada wanita dari berbagai sisinya dapat menimbulkan dampak kebaikan dan keburukan baik untuk dirinya sendiri atau lawan jenisnya. Bak mutiara indah yang senantiasa menebarkan kilauannya.
 Namun kilauan itu juga dapat menjadi ladang kemaksiatan jika tidak dijaga oleh pemiliknya seperti dicuri atau dirampas. Begitu pula keindahan dari seorang wanita akan mengundang keburukan jika tidak dijaga dengan baik. Keburukan yang akan timbul antara lain munculnya fitnah dari dalam dirinya. Sebagaimana telah disabdakan oleh Rosululloh ShollAllahu ‘Alaihi Wa salam, bahwa Wanita adalah salah satu perhiasan dunia yang bisa menjadi FITNAH.







“Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Muslim no 2740 [97])

“Hati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah pertama kali yang menimpa bani isroil disebabkan oleh wanita.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Muslim no 2742 [99])

Segala keindahan yang terdapat dalam diri seorang wanita harus dijaga, bahkan hal yang dianggap remeh pun seperti “suara”. Tanpa pernah kita sadari, suara juga bisa mendatangkan fitnah, meskipun suara itu keluar bukan dimaksudkan secara khusus untuk melagukannya atau untuk menarik perhatian. Untuk itu Allah telah melarang kaum Hawa untuk berlemah lembut dalam berbicara dengan laki-laki agar tidak timbul keinginan orang yang didalam hatinya terdapat penyakit seperti firman-Nya:

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara dengan mendayu-dayu sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Al Ahzab: 32)

Saudariku, ayat ini turun untuk memperingatkan kita agar lebih berhati-hati dalam mengeluarkan suara kita. Allah juga melarang wanita untuk tidak berkata dengan lemah lembut dengan laki-laki yang bukan mahromnya, Peringatan itu pun semula Allah turunkan untuk Laki-laki di zaman Nabi yang kita tahu bahwa keimanan mereka lebih kuat dan akhlaknya lebih bagus daripada laki-laki di zaman sekarang.

Maka dari itu berbicaralah seperlunya saja dengan laki-laki yang bukan mahrom. Jika memang ada keperluan yang sangat darurat maka berbicara dibalik tabir itu lebih baik, seperti perintah Allah kepada kaum mukmin tatkala meminta sesuatu dengan wanita yang bukan mahrom dari balik tabir, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

“Apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka (isteri-isteri nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (Al Ahzab: 53)

Wahai ukhti, jagalah suara kita agar tidak menjadi fitnah yang besar bagi kaum Adam. Semoga Allah mengampuni kita semua wahai saudariku dengan keindahan-keindahan yang mengandung fitnah ini. Janganlah kita berbangga hati dengan keindahan yang kita punyai karena sesungguhnya di balik keindahan tersebut terdapat ujian bagi kita. Wallahu a’lam bisshowab

Rintihan dalam Sujud..

 
Bismilah..

Sejenak ingin kembali kugoreskan pena diatas kertas putih yang selalu menjadi sahabat setiaku...sekedar ingin berbagi tentang resah dan gelisahku memikirkan dosa dan kesalahanku...

Roda kehidupan terus berputar, dari detik ke menit...dari menit ke jam...dari jam ke hari...dari hari ke minggu...dari minggu ke bulan...dari bulan ke tahun...terus dan terus berputar selagi Sang Pemilik Kehidupan belum berkenan menghentikan...

Namun banyak sekali dari kita, manusia...yang enggan bahkan tidak mau sejenak diam dan merenung...
Bahwa semua yang ada didunia ini adalah bersifat sementara...semuanya memang nyata tapi tidaklah kekal dan selamanya...kita terus tenggelam dalam asiknya dunia tanpa kita sadar bahwa setiap detik dari waktu kita hanya dipenuhi untuk berbuat dosa, dosa dan dosa....

Cobalah sejenak pejamkan mata kemudian tanyalah pada sudut hatimu yang paling dalam...pernahkah ada tanya :
" Apa yang telah ku persembahkan kepada Sang Pemberi Segalanya, Dzat yang telah membuat kita ada...yakni Allah Subhanahu wa Ta'ala...sebagai bukti begitu takutnya kita kepada-Nya...
Apa yang telah kita ambil dari contoh akhlak dan budi pekerti junjungan kita Nabi Muhammad SAW terkasih...sebagai bukti kecintaan kita kepadanya...

Tidaklah munafik sebagian besar dari kita, manusia yang terbesit tanya itu dihati hanya saja ego dan ketamakan kita akan nikmat dunia yang selalu menutupi mata...
Kita tenggelam dalam gemerlap dunia...yang penuh dengan kenikmatan dan kepalsuan belaka...tanpa kita mau menyadarinya bahwa semua ini akan ada akhirnya yakni "KEMATIAN"...
Semua akan kembali kepada-Nya...dan akheratlah kehidupan yang sebenarnya...Kekal dan Selamanya...

Maka janganlah sekali-kali dari kita berputus asa dari dosa-dosa karena pintu taubat-Nya senantiasa terbuka bagi kita semua hamba-Nya yang mau berusaha untuk kembali kepada jalan-Nya...Seperti sabda Rasulullah SAW :

"Sesungguhnya Allah membentangkan tangan rahmat-Nya pada waktu malam supaya bertobatlah orang-orang yang berdosa di malam hari, hal ini berlangsung hingga matahari terbit dari barat" (HR. Muslim dari Abu Musa Al-Asy'ari)

Karena sesungguhnya bila kita sejenak menyisihkan waktu kita untuk merenungi dosa-dosa dan kesalahan kita...akan kita rasakan bahwa sesungguhnya meninggalkan dosa lebih mudah daripada bertaubat.

Wahai jiwaku orang yang banyak berbuat dosa, sesungguhnya ayahmu (Adam a.s.) dikeluarkan dari surga karena hanya satu dosa...

Wangikanlah diri kita dengan istighfar , janganlah bau busuk dosa mencemari kita.
Karena sesunggunhya Istighfar menggugurkan dosa-dosa seperti gugurnya dedaunan.
Seperti dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

" Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya,
kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang, Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya
untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi
Maha Bijaksana.
(Q. S An-Nisaa : 110-111)

Ya Allah...tunjukanlah kepada kami kebaikan-kebaikan-Mu dan bimbinglah kami pada jalan yang lurus...

Ya Allah...perlakukanlah kami dengan ampunan-Mu dan perlakukan kami dengan keadilan-Mu...

Ya Allah...sesungguhnya dosa-dosa kami tidak merugikan-Mu dan curahan rahmat-Mu tidak mengurangi kekuasan dan kekayaan-Mu...maka ampunilah kami apa yang tidak merugikan-Mu, dan karuniailah aku apa yang tidak memberikan keuntungan bagi-Mu...

Ya Allah...curahkanlah waktu kami untuk memenuhi tujuan penciptaan (beribadah) mengabdi di bumi-Mu, dan janganlah Engkau sibukan diri kami dari keduniaan yang mlelahkan
Ya Allah...kami memohon ampunan kepada-Mu atas apa yang kami miliki, dan kami menganggap baik apa yang tidak kami miliki...

Ya Allah...Ampunilah isyarat lirikan mata, ketergelinciran ucapan, nafsu hati dan kekeliruan lidah (Perkataan)

Amin...

Minggu, 05 Mei 2013

Kayfa Khaluk ya........ ????


Apa khabar jodohku?
 Sehatkah?
 Berat rasanya kelopak mataku tertutup. Bagaimana dengan kamu?
Apa kamu selalu terbangun disepertiga malam terakhir?
Dan apakah mulutmu terasa menerus -menerus berzikir dimalam hari?
Jujur aku rindu kamu, wahai jodohku..
Tapi saat ini belum saatnya untuk kita bertemu, bukannya aku tak mahu, atau aku tak rindu. Tapi sememangnya kerana perjalanan kita masih panjang. Dan masih banyak kewajipan yg harus kita penuhi sayang. Kadang – kadang aku berfikir, apa nanti saat subuh tiba kau akan membangunkanku? Mengajakku bertafakur dan bersujud kepada-Nya?
Berat hati ini menantikanmu, gelisah pula hati ini memikirkanmu. Apa kau selalu hiasi langkahmu dengan kebaikan-kebaikan? Dan apakah nanti saat zuhur tiba, kau akan meninggalkan kesibukanmu sementara, untuk menghadapNya?
Jodohku, sehatkah kamu?
Kalau aku berada disamping mu saat ini, mungkin aku akan merawatmu dengan penuh kasih sayang.
Jodohku sabar dan tenanglah..
Aku disini masih bersabar menanti mu, Hatimu tidak terluka kan? senyumlah.. kerana aku yakin kebahagiaan akan selalu menyertai kita, Jikalau detik ini hatimu sedang terluka, berwuduklah.. dan mendekatlah diri kepada-Nya. Tetapi disini aku berharap kamu baik-baik saja..
Jodohku, aku rindu..
Bilakah kita akan bertemu? Begitu banyak hal yg ingin ku ceritakan kepadamu. Begitu banyak pula harapanku untuk menantikan nasihat – nasihat mu. Hati ini kosong.. dan hati ini tak sabar menanti kehadiranmu yang kan membalut dan menyembuhkan luka dihatiku.
Jodohku…
Adakah kau juga rindu padaku? Bagaimana dengan Quran mu? Sudahkah kau baca diantara maghrib dan isyak? Apa yang kau fahami dari surah itu? Ceritakanlah kepadaku.. Aku sedia mendengar, dan begitu juga dengan keluhanmu, aku sedia mendengarnya..
Apa perubahan  yang kau lakukan dari hari ke hari sayang? semakin baikkah?
Aku berharap seperti itu, Jodohku..
disetiap langkahku dan seusai solatku..
ku bisikkan AL-Fatihah untukmu, agar kau selalu berada dijalan-Nya..
Sabarlah sayang, waktu-waktu ini bukanlah waktu yang lama..
Jangan sampai kau tersalah jalan sayang..
Jodohku..
nantilah aku, dengan perbagai kebaikan yang nantinya akan membawa Rahmat untuk kita, Jagalah dirimu dari hal-hal yang dilarang agama. Kerana aku mencintaimu secara tulus & ikhlas
Jodohku..
Bersiaplah kau untuk mencintaiku scara tulus dan mahu menerima segala kekuranganku. Dan membenarkanku dikala aku salah. Sayang… berusahalah membahagiakan orang tuamu… dengan menjaga sikapmu dan tuturkata mu.. Aku yakin kau adalah orang yang sabar, orang yang cekal membesarkan anak – anak kelak Jangan pernah merasa keseorangan.. kerana aku disini masih setia menantimu..
Jodohku..
kalau siang sudah berlalu.. pejamkan matamu dengan buaian doa, begitu juga ucapan doa dariku yang selalu menyertaimu…
Semoga ALLAH selalu menjadikan kita dijalan yang benar. Amin…
Jodohku..
Tak terasa penatku menaip pada keyboard ini, memang benar ini adalah tanda kerinduanku kepadamu,
Ingatlah sayang..
aku selalu ada untukmu..
Untuk itu jangan pernah kau merasa sendiri atau sepi..
Semoga kerinduanku ini akan terjawab, seiring berjalannya waktu.
Salam hormatku dan sayangku untukmu…. :)

Sabtu, 04 Mei 2013

Benarkah Ada Simbol Yahudi Di Sajadah Islam ???


Berikut uraian beberapa istilah tentang simbol-simbol yahudi yang bisa menyesatkan orang sehingga bisa menjadi pengikut dajjal.
1) Freemason
- Freemason dan Illuminati adalah cabang-cabang pertubuhan Dajal Laknatullah.Tiada bezanya di antara dua pertubuhan ini, keduanya menganut agama menyembah Iblis dan Syaitan, mengamalkan sihir dan memuja-muja mistik sesat (antaranya percaya kepada kuasa angka dan bentuk geometri). Namun freemason telah tampil seolah-olah sebuah pertubuhan yang halal dan memperjuangkan kebajikan.Kini ahli mereka berada diseluruh dunia termasuk Malaysia yang rata-ratanya dianggotai oleh golongan elit.
2) Lantai Hitam & Putih/Checkered Floor
- Lantai yang digunakan dalam ritual freemasonry (berpetak hitam-putih)
3) Bulan dan Bintang
- Biasa terdapat dalam logo dan simbol yang digunakan oleh freemasonry,dan turut digunakan didalam ritual penyembahan syaitan.Bulan dan bintang turut digunakan sebagai simbolik keIslaman di kebanyakan negara termasuk Malaysia (walaupun ianya bukan logo Islam)
4) All seeing eye
- Simbolik/propoganda "The Hidden Hand/Dajjal" seperti yang tercetak dibelakang wang dollar U.S.

Perhatikan sajadah berikut yang sudah banyak digunakan ditiap masjid:



Banyak Simbol Yahudi


Entah sengaja atau memang tidak tahu, ada gambar yang menampakkan pesan seks pada gambar Sajadah, karpet alas untuk sholat di masjid-masjid. Sajadah sejenis ini sudah tersebar ke masjid-masjid, namun sayang masyarakat/ jama’ah masjid tidak menyadari bahwa karpet/sajadah yang mereka pakai tiap hari bergambar porno.

Mungkin sepintas itu tidak terlihat jelas dan pastinya tidak menyadari bahwa sebenarnya gambar yang kita tahu adalah sebuah pintu ternyata kalau kita perhatikan dengan teliti akan menyerupai (maaf) seperti organ vital laki-laki. Coba perhatikan kembali gambar sajadah atau karpet masjid ! ini seperti sudah di desain sedemikian rapi oleh si pembuat di pabrik pembuat sajadah atau karpet masjid.

Rabu, 24 April 2013

Dai Muda MAM 02 Pondok Modern Paciran

Istana Cinta UntukNya

 
Syukur Alhamdulillah ke hadrat Allah SWT atas rahmat dan keberkatanNya dapat kita bersua lagi untuk bicara kalam kali ini. Pembuka kalam kali ini dengan bait-bait madah dalam membina ‘Istana Cinta’. Inilah tajuk untuk kali ini yang akan tinta kupaskan atas kedhaifan ilmu yang ada ini. Ingin tinta kongsikan bersama anda semua.

Kerap kali kita bicarakan berkenaan dengan cinta kepada Allah SWT tetapi apakah buktinya kita benar-benar mencintai Allah SWT? Ayuh kita lakukan kaji selidik semula diri kita, adakah benar kita mencintai Allah SWT!

1.     *  Tatkala laungan azan yang berkumandang yang menandakan telah masuk waktu solat. Adakah kita dengan kadar segera menyahut panggilanNya? Ataupun kita masih statik dan tidak berganjak daripada menonton television mahupun melayan komik-komik dan sebagainya. Realiti kehidupan kini ialah, tatkala nada dering telefon bimbit berbunyi, tika itu pula kekasih hati yang menghubungi, lantas cepat digapai telefon bimbitnya walaupun saat itu dia sedang mengulangkaji pelajaran untuk semester akhir. Dimanakah kita meletakkan Allah SWT sebagai prioriti dalam kehidupan kita? Apabila laungan azan berkumandang, segeralah menyahutnya dengan rasa tawaduk dan khusyuk untuk menyembahNya.
2.       Hakikat kehidupan hari ini, kita tidak lagi membaca kalam indah yang membawa seribu makna yang tersurat dan tersirat di dalamnya. Alangkah ruginya kita kerana kita tidak membaca ayat-ayat cinta daripada Allah SWT sendiri untuk tatapan hambaNya. Kenapa perkara ini berlaku? Ini kerana, kadangkala kita lebih suka membaca SMS dan e-mel daripada manusia sahaja dan kini kita lebih gemar menatap status yang berada di facebook berbanding menatap kalam Allah SWT iaitu al-Quran. Rasulullah SAW pernah meminta Ibn Abbas membacakan al-Quran untuknya, sabda Baginda yang bermaksud: “Bacakan al-Quran kepadaku.” Ibn Abbas lalu membaca sehingga surah al-Nisa’ ayat 41. Rasululllah SAW minta dicukupkan kerana tidak tahan menanggung sebak. (Riwayat Bukhari dan Muslim) Lihatlah, bagaimana Rasulullah SAW sendiri tidak sanggup menahan sebak apabila dibacakan al-Quran oleh Ibn Abbas. Sesungguhnya al-Quran yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW mengandungi seribu satu makna dan pengajaran yang boleh kita jadikan iktibar dalam kehidupan seharian hari ini.
3.    *   Acapkali kita menatap MMS mahupun gambar seseorang yang kita sayangi sehinggakan kadangkala diletakkan dalam pelukan tidur. Kenapa kita tidak menatap pesona alam yang menghijau, gumpalan awan yang memukau, gelora laut yang membiru dan kehidupan yang penuh ranjau. Semuanya ini membuktikan bahawa Allah SWT, Yang Maha Agung, Maha Pencipta, Maha Bijaksana, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kita tidak dapat memandang zat Allah yang Maha Tinggi di dunia tetapi kita masih boleh menatap ‘kebesaranNya’. Inilah yang perlu kita jadikan tatapan mata kita setiap hari agar kita menjadi seorang hamba yang benar-benar bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah SWT kurniakan kepada kita. Tika inilah kita merasakan bahawa diri kita yang kerdil, dan memerlukan pergantungan kepada yang Maha Besar iaitu Allah SWT.
4.       Hari ini budaya ‘dating’ tidak asing lagi dalam kalangan pasangan yang bercinta. Kadangkala  tanpa ada secebis rasa malu dalam diri, mereka dengan berani melakukan pelbagai aksi yang telah dilarang dan bertentangan dalam Islam. Ada juga yang berasa malu tatkala mata bertemu mata dengan seorang yang baik akhlaknya dan agamanya. Kenapa perkara seumpama ini berlaku? Ini kerana, tiadanya rasa malu dalam diri mereka, berbanding dengan situasi yang kedua iaitu tatkala mata bertemu mata dengan seseorang yang baik akhlak dan agamanya, dia hanya mampu memandang sebentar atau sepintas lalu sahaja dek kerana dorongan rasa malu atas kemuliaan dan kedudukan dirinya. Allah SWT pernah memuji kesempurnaan adab kekasihNya, Nabi Muhammad SAW pada malam Israk dan Mikraj di dalam firmanNya yang bermaksud, “Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling (fokus) dari yang dilihatnya itu dan tidak pula melampauinya (tidak memandang tajam).” (Surah al-Najm 53:17). Saat kita mendirikan solat itulah sebenarnya kita sedang berdating dengan Allah SWT. Sekiranya kita benar mencintai Allah SWT, buktikan dengan menjaga pandangan ketika solat. Tatkala berdiri di hadapan Allah SWT, kita berdiri tegak, menundukkan kepala dan memfokuskan pandangan ke tempat sujud. Hakikatnya bukan ketika waktu solat sahaja Allah SWT memandang kita tetapi setiap saat Allah SWT selalu memerhati hambaNya. Semailah rasa malu kepada Allah SWT dalam membuktikan rasa cinta kita kepadaNya.
5.       Jika kita benar-benar mencintai Allah SWT dan meletakkan Allah SWT sebagai cinta agung, maka Dialah yang sepatutnya untuk kita rindui dan diingati dalam diri kita. Bagaimana untuk kita merindui suatu yang kita tidak tahu zat-Nya? Bersabar dan berharaplah saat-saat indah dapat menatap wajahNya. Firman Allah SWT yang mafhumnya, “Sesiapa yang berharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang.” (Surah al-Ankabut 29:5). Rindu kepada Allah SWT juga akan terubat apabila kita sering menghadiri majlis ilmu yang mentauhidkan Allah SWT dan akan terbias tatkala kita membaca al-Quran, bertahajud kepadaNya dan pelbagai lagi amalan soleh yang lain.
6.       Perbanyakkan kehidupan kita dengan menyebut namaNya. Malah jadikan Allah SWT sebagai yang utama dan tidak lekang daripada bibir kita menyebut namaNya. Tatkala kita ingin berbicara sesuatu topik, pastikan kita kaitkan Allah SWT dalam perbualan kita, contohnya: “Alhamdulillah, Allah izinkan aku dapat juga A dalam subjek ini.” ataupun “Dia sedang mengumpat saya? Tidak mengapalah, Allah ada. Allah ada akan bela saya.” Jadikan perkara ini sebagai suatu yang praktikal dalam kehidupan seharian kita, tika kita senang mahupun susah kita sering mengingati Allah dan kembali kepadaNya. Ketahuilah beruntunglah orang yang sering mengingati Allah SWT pada waktu senang, nescaya Allah SWT akan mengingatinya ketika dia berada dalam kesusahan.
7.      * Lumrah dalam menggapai sesuatu itu pasti akan ada ujian yang akan kita lalui. Begitu juga dengan cinta. Ujian itu bagi mengenal pasti setakat mana dalamnya cinta kita kepada Allah SWT. Kadangkala apabila kita melalui beratnya ujian, tidak tertanggung rasanya. Ketahuilah, seberat mana ujian yang terpaksa kita lalui, itu semua merupakan tarbiyah kepada kita dalam menjadi seorang hamba Allah SWT yang soleh dan solehah. Kita sebagai hambaNya yang kerdil, maka sentiasalah berdoa memohon kekuatan, kesabaran dan ketenangan daripadaNya dalam mengharungi ujian dalam kehidupan ini. Apa yang perlu diingatkan ialah, Allah SWT sengaja menguji kita untuk mengenal dan membuktikan siapa yang lebih mencintai Dia.
8.       Apabila kita berada dalam lamunan dan khayalan cinta maka kita seringkali berasa berdebar di dada. Begitulah lumrah cinta. Apakah pula bukti kita terpikat pada cinta Allah SWT? Sudah tentu apabila kita mencintai sesuatu yang ada kaitan denganNya, itu bukti kita ingin lebih akrab denganNya. Contohnya, kerinduan seorang Muslim kepada Kaabah kerana Kaabah adalah Baitullah (rumah Allah). Jika masih belum mampu untuk memanifestasikan cinta dan rindu di Kaabah, maka manfaatkanlah rumah-rumah Allah yang ada berhampiran dengan kita seperti masjid dan surau.
9.       Allah SWT berfirman yang mafhumnya, “Sungguh, orang yang beriman ialah apabila disebut nama Allah, akan gementar hati mereka, apabila dibacakan ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka keranaNya, dan hanya kepada Tuhan mereka sahajalah mereka bertawakal.” (Surah al-Anfal 8:2). Untuk memperoleh khusyuk amat sukar. Namun kita masih mampu berusaha mendapatkanNya. Semoga amalan kita tika ini lebih baik daripada yang tadi. Sentiasa lakukan yang lebih baik untuk mencapai yang terbaik.
10.   Perasaan cemburu dan cinta tidak dapat dipisahkan. Tanda cinta kepada Allah SWT ialah kita akan cemburu apabila ada orang yang lebih mencintai Kekasih kita iaitu Allah SWT sehingga Kekasih kita juga lebih cinta kepadaNya. Ia cemburu yang positif, bukan cemburu yang menjadi fitnah. Maka semailah sifat cemburu kepada orang yang lebih berilmu, ulama dan orang yang lebih banyak beramal. Bukan sekadar cemburu kosong tetapi dalam proses untuk mencontohi mereka. Dalam solat misalnya, cemburulah kepada orang yang solatnya lebih awal waktu, secara berjemaah dan lebih khusyuk kerana dia lebih mendapat perhatian Allah SWT berbanding diri kita.
11.   Bukti kita mencintai Allah SWT ialah apabila kita sanggup melakukan apa-apa sahaja demi menggapai reda Allah SWT. Ada tiga kondisi pencinta menurut Ibn Qayyim al-Jawziyah iaitu:
                                 i.            Berat hati untuk mencintai, namun dia memaksakan diri.
                               ii.            Cinta makin menguat dan dia patuh.
                              iii.            Cinta menetap di hati dan dia sanggup mengorbankan apa sahaja.
Cinta kita kepada Allah berada di tahap yang mana? Apa pun tahapnya, mulai saat ini, buktikan kepada Allah SWT, kita sangat cinta padaNya.

Binalah ‘Istana Cinta’ kepada Allah SWT terlebih dahulu dengan mencintaiNya sepenuh hati, dan barulah mencari seseorang yang lain untuk kita saling mencintai dan dicintai. Pasangan yang ingin kita cari kelak biarlah seseorang yang cintanya turut sama ditujukan kepada Allah SWT agar terbina sebuah mahligai cinta yang abadi, bukan sahaja di dunia tetapi berkekalan hingga ke akhirat kelak atas nama cinta yang suci yang mana kedua-duanya melayari bahtera cinta dengan berpaksikan kepada Allah SWT semata-mata.

Istiqomah dalam Cinta untukNya, melahirkan kenikmatan disetiap perjalanan Da’wah, Keep Istiqomah ya!! Barokallahu fiik 